Kamis, 16 Juni 2011

Saya Berbehel Maka Saya Keren

Selain BB, apa tren terbaru saat ini? Android? Ipad? Hmm..bisa dibilang begitu. Jika dibilang tren, teknologi memang selalu menjadi tren karena pada dasarnya terjadi kemajuan dari masa ke masa. Lalu tren apalagi yang sedang in saat ini?

Mungkin orang-orang tak asing lagi dengan behel. Inilah kawat gigi dengan bantalan karet yang warna-warni. Inilah tren yang sedang in saat ini. Behel bukan lagi menjadi sebuah alat yang berguna untuk memperbaiki kesehatan atau estetika di mulut dan gigi, tetapi juga menjadi penentu status sosial. Lo gaul, maka lo berbehel.

Sampai-sampai ada definisi 3B untuk anak gaul, behe, BB, dan belah tengah. Entah dari mana datangnya guyonan itu. Tapi yang pasti, behel pada zaman sekarang menentukan status sosial.

Pernah suatu kali saya bertanya pada seorang teman yang memakai behel, apa alasannya memakai behel. Ia berkata nggak kenapa-napa, Cuma pengan. Memang pada saat itu, behel sedang booming karena memang selain fungsi kesehatannya, behel juga berfungsi sebagai aksesoris. Dan memang yang saya lihat saat itu giginya baik-baik saja. Konyolnya lagi, teman saya rela untuk bersakit-sakitan dengan makan bubur dan sariawan demi mendapatkan aksesoris cantik yang menempel di gigi.

Lain lagi dengan teman saya yang lain. Behel baginya mungkin berfungsi sebagai status sosial. Ia sengaja membeli behel aksesoris yang dijual di sebuah online shop dengan harga Rp 25.000,00 untuk bisa terlihat dirinya berbehel. Parahnya lagi, dia mengaku membehel giginya di seorang dokter gigi. Padahal behel yang dipakainya adalah behel aksesoris yang bisa dipasang-copot sesukanya dan tidak memiliki fungsi kesehatan.betapa behel telah berubah fungsinya sebagai barang yang memiliki gengsi tinggi dan menunjukkan status sosial serta tingkat “kegaulan” seseorang.

Maka tak heran bila saat ini tukang gigi yang ada di pinggir jalan pun sangat laris dengan behelnya. Entah mereka tahu tentang ortho ataupun tidak. Yang mereka tahu Cuma sekarang semakin banyak orang yang memakai behel. Dari artis sampe baby sitter pun memakai behel. Dan itu merupakan ladang uang bagi mereka. Lucunya lagi, yang menjadi pasiennya pun kadang tidak memperhatikan masalah kesehatan dan kebersihannya. Yang mereka tahu Cuma yang penting terlihat berbehel. Ironisnya lagi banyak orang yang membeli behel bekas pakai orang dari shop online dan dipasang di tukang gigi agar mereka terlihat “gaul”.

Maka sekarang definisi gaul atau bahkan cantik/ganteng telah bergeser. Dan behel adalah salah satu hal yang membuat penilaian seseorang terhadap status sosial dan standar hidup menjadi naik walaupun fungsi utamanya dipinggirkan entah kemana. 

Ada Tuhan di Dalam Hatimu

Manusia yang berdoa tanpa disertai usaha adalah orang yang bodoh dan mereka yang berusaha tanpa disertai dengan doa adalah orang sombong.

Manusia pada hakikatnya tidak bisa “mandiri” dari Tuhan. Apapun yang kita lakukan pasti ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Yakinilah itu. Bahwa manusia sesungguhnya tidak bisa berdiri di atas kesombongannya. Karena pada akhirnya ada andil Tuhan dalam setiap langkah hidup yang kita tempuh.

Banyak orang yang menamakan dirinya atheis. Bahkan dengan bangga mengatakan bahwa mereka tidak percaya Tuhan. Apalagi dengan menggunakan alasan-alasan tertentu untuk meniadakan Tuhan dari hidup mereka. Saya menyebutnya, mereka menutupi kebodohannya secara halus. Bahwa mereka sebenernya mengetahui adanya Tuhan namun mereka tidak mengakuinya. Namun, kemanakah mereka saat sebuah ujian berat menderanya? Mampukah mereka untuk masih tetap membusungkan dada dan mendongakkan kepala bahwa mereka sanggup untuk menghadapinya. Ataukah pada akhirnya tertunduk malu dan meluruhkan kesombongannya karena dengan siapa lagi mereka memohon sebuah mukjizat?

Tuhan masuk melalui ruang-ruang di hati kita. Bekerja dalam tataran sugesti dan keyakinan. Tuhan tidak bekerja secara nyata tapi kita bisa menyatakan bahwa segala yang ia ciptakan adalah nyata. Saya pernah berkata kepada seorang teman agar beribadah dan berdoalah sebelum melakukan suatu hal namun ia menolaknya. Katanya tak ada gunanya. Saya Cuma bilang, bagi saya hal itu mensugesti dan selalu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur. Dan setelah sekian lama, ia tertimpa musibah yang besar, dan yang bisa ia lakukan lagi-lagi adalah menundukkan kesombongannya untuk luruh di hadapan Tuhan. Mencari penyelesaian masalah dan mukjizat. Karena pada dasarnya, semua hal yang kita lakukan adalah atas andil Tuhan. Yakinilah..

Ada masalah yang kita mungkin tidak tahu jalan keluarnya,tangan Tuhan akan bekerja di situ. Yang bisa kita lakukan adalah menundukkan kesombongan dan berdoa.

Rabu, 01 Juni 2011

Saya Sarjana (part 2)

Saya Sarjana..
Saya Wisudawan..
Tapi sayang tak pernah ada kata selamat darinya. Semuanya kosong setelah sekian lama kami memang membisu. Entah karena keadaan atau kesalahan. Aku tak tahu bagaimana isi hatinya. Apakah dia bangga karena saya telah berhasil menjadi sarjana. Atau justru dia merasa kalah karena saya bisa memenangkan keadaan. Membolak-balik apa yang ia katakan.

Dia hanya datang saat perayaan graduasi. Entah karena terpaksa atau karena memang bangga saya telah menjadi sarjana. Entahlah. Saya tak pernah tahu isi hatinya. Tak pernah bisa menerka lagi di saat semuanya terasa renggang. Entah masih ada kontak batin atau tidak. Entah dia senang seperti yang saya rasakan atau tidak. Saya tak pernah tahu..
officially I'm a bachelor degree

Yang pasti saya telah lulus dan menjadi sarjana. Bahkan tanpa kekuatan doanya sama sekali. Jangankan itu, ucapan semangat pun tak pernah ada. Bahkan sapaan pun tak pernah saya dapat. Sedih rasanya, dia bukan orang yg ada dalam list "must called" setelah saya ditetapkan lulus dan menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi. Mau bagaimana lagi, bahkan saya tak tahu nomor hpnya. Mungkin ia tak mau bicara lagi dengan saya. Entahlah. Tapi yang pasti saya sangat sedih. Gelar sarjana ini untuknya. untuk sebuah pembuktian bahwa kesuksesan seseorang diperoleh karena usahanya sendiri. Saya tidak ingin membuatnya kalah. Tapi saya hanya ingin membuat banyak orang bangga dengan apa yang saya peroleh..