Manusia yang berdoa tanpa disertai usaha adalah orang yang bodoh dan mereka yang berusaha tanpa disertai dengan doa adalah orang sombong.
Manusia pada hakikatnya tidak bisa “mandiri” dari Tuhan. Apapun
yang kita lakukan pasti ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Yakinilah itu. Bahwa
manusia sesungguhnya tidak bisa berdiri di atas kesombongannya. Karena pada
akhirnya ada andil Tuhan dalam setiap langkah hidup yang kita tempuh.
Banyak orang yang menamakan dirinya atheis. Bahkan dengan
bangga mengatakan bahwa mereka tidak percaya Tuhan. Apalagi dengan menggunakan
alasan-alasan tertentu untuk meniadakan Tuhan dari hidup mereka. Saya menyebutnya,
mereka menutupi kebodohannya secara halus. Bahwa mereka sebenernya mengetahui
adanya Tuhan namun mereka tidak mengakuinya. Namun, kemanakah mereka saat
sebuah ujian berat menderanya? Mampukah mereka untuk masih tetap membusungkan
dada dan mendongakkan kepala bahwa mereka sanggup untuk menghadapinya. Ataukah pada
akhirnya tertunduk malu dan meluruhkan kesombongannya karena dengan siapa lagi
mereka memohon sebuah mukjizat?
Tuhan masuk melalui ruang-ruang di hati kita. Bekerja dalam
tataran sugesti dan keyakinan. Tuhan tidak bekerja secara nyata tapi kita bisa
menyatakan bahwa segala yang ia ciptakan adalah nyata. Saya pernah berkata
kepada seorang teman agar beribadah dan berdoalah sebelum melakukan suatu hal
namun ia menolaknya. Katanya tak ada gunanya. Saya Cuma bilang, bagi saya hal
itu mensugesti dan selalu mengingatkan saya untuk selalu bersyukur. Dan setelah
sekian lama, ia tertimpa musibah yang besar, dan yang bisa ia lakukan lagi-lagi
adalah menundukkan kesombongannya untuk luruh di hadapan Tuhan. Mencari penyelesaian
masalah dan mukjizat. Karena pada dasarnya, semua hal yang kita lakukan adalah
atas andil Tuhan. Yakinilah..
Ada masalah yang kita mungkin tidak tahu jalan keluarnya,tangan Tuhan akan bekerja di situ. Yang bisa kita lakukan adalah menundukkan kesombongan dan berdoa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar