Selasa, 25 Desember 2012

Terimakasih Waktu


Aku salut dengan waktu yang bisa merubah sesuatu
Tik tok tik tok memang tak terasa
Tapi ketika aku menghitung kembali dan mencoba memutari ingatan
Ternyata semuanya telah berubah
Seperti musim panas berjalan menuju musim dingin
Seperti hangatnya matahari yang berubah menjadi angin dingin menusuk mematikan
Dan kamu dahulu seperti matahari yang begitu hangat
Yang begitu ramah menyapa memberi harapan dan optimisme tentang semua rencana
Tapi sekarang kamu tatkala angin dingin yang menusuk
Yang berlalu begitu saja tak menyisakan asa
Tidak ada ucapan istimewa dan suka yang membuncah
Yang tersisa adalah ketidaktertarikan, cuma itu
Dan kini aku sendiri yang menggantungkan nasibku
Aku bertanggung jawab atas diriku, bukan kamu
Silahkan kamu menjadi matahari di bagian lain
Dan aku akan menyiapkan hati yang akan beradaptasi dengan kenyataan
Terimakasih waktu jika kamu telah membukakan segalanya

Minggu, 28 Oktober 2012

Semakin Percaya Diri dengan Perawatan Kulit di Malam Hari




Menjadi reporter sebuah televisi swasta sangat dituntut untuk berpenampilan perfect. Sempurna di layar is a must dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Harus pintar, menguasai isu, dan tentunya peduli penampilan. Apa jadinya jika saya tak peduli penampilan? Yah mungkin beberapa detik muncul, pemirsa sudah mengganti channel televisi karena males melihatnya.

Peduli penampilan berarti harus memperhatikan penampilan baik itu pakaian, muka, ataupun kulit tubuh. Bukan hanya untuk kecantikan melainkan untuk kesehatan juga. Kulit yang indah dan terawat tentunya lebih enak dipandang orang lain. Saya juga tak mau merepotkan camera person saya yang harus bersusah payah mengatur keseimbangan warna saat saya on camera, hanya karena kulit saya yang hitam dan kusam. Saya tidak bisa membayangkan kalo membiarkan kulit saya kusam dan tidak terawat karena sesungguhnya kami-kamilah (reporter) merupakan representasi dari tempat kami bekerja. 

Bekerja sebagai seorang reporter harus siap berhadapan dengan panasnya matahari di siang hari. meliput demonstrasi di teriknya panas atau bahkan menceburkan diri di keruhnya air banjir bukan menjadi sesuatu yang aneh. Ini semua tentu tidak bagus untuk kulit tubuh. Walaupun sudah memakai body lotion dan produk perawatan kulit lainnya, efek buruk terpapar sinar matahari langsung tentulah tak dapat dihindarkan. Kulit kusam dan menghitam karena terbakar matahari memanglah menjadi masalah yang utama. Oleh karenanya, perawatan kulit tubuh tak cukup hanya dilakukan di siang hari, tetapi juga di malam hari. karena malam hari merupakan waktu yang tepat bagi kulit tubuh untuk beristirahat dan regenerasi. Di malam hari pulalah kulit akan menjadi semakin kering karena proses regenerasi ini. Pentingnya perawatan kulit tubuh inilah yang membuat saya memilih Citra Night Whitening.


Menngapa Citra Night Whitening? Ya tentunya sebagai seorang wanita bekerja saya memiliki waktu yang sangat sempit untuk perawatan di salon atau pusat-pusat kecantikan. Praktis, tentu itu satu alasannya. Citra Night Whitening memang sangat mengakomodasi kebutuhan wanita seperti saya. Tak hanya praktis, Citra NightWhitening juga mudah di dapat di berbagai toko serba ada dan juga terjangkau harganya. Tak hanya itu, Citra Night Whitening juga memiliki kandungan bahan-bahan yang sangat bagus untuk kulit seperti ekstrak mulberry dan minyak biji anggur (grape seed oil). 

Saya yang penasaran dengan kandungan dua bahan ini, akhirnya mencari tahu. Ekstrak mulbery yang diambil dari kegunaan buah mulberry memiliki khasiat menghambat kerja enzim tyrosinase yang tidak membuat kulit iritasi dan juga bermanfaat mencerahkan warna kulit. Sedangkan minyak biji anggur memiliki manfaat melembabkan dan menyegarkan kulit, memiliki khasiat anti aging yang mencegah kerutan akibat radikal bebas, dan juga mencerahkan kulit dengan khasiat vitamin C yang dimilikinya. Dengan kandungan inilah, saya tidak ragu untuk mencoba Citra NightWhitening sebagai produk perawatan kulit tubuh saya di malam hari. 

Dengan adanya Citra Night Whitening inilah saya merasa sangat terbantu untuk merawat kulit di malam hari. Saya semakin percaya diri untuk selalu menampilkan yang terbaik untuk pemirsa, karena ada produk kecantikan terbaik yang mendukung di belakang saya. Dan tulisan di blog ini semoga bisa membantu para perempuan khususnya yang ingin tampil cantik dengan perawatan kulit di malam hari yang mudah dan terjangkau.



Jumat, 08 Juni 2012

Harus Sakit untuk Mensyukuri Nikmat

Beberapa pekan lalu, saya menyerah dengan virus. Tak hanya virus, saya juga menyerah dengan gaya hidup saya. Harus mengakui kalo gaya hidup saya terlalu ‘liar’ beberapa bulan ini. Saya tak pernah menyangka kalo saya akan terpakar dengan selang infus di tangan selama seminggu di rumah sakit. Selama seminggu itu saya harus merasakan penderitaan dan ujian bertubi-tubi. Bayangkan, tangan bengkak< ke kamar mandi saja harus dibantu, makan pengennya dimuntahin melulu, tiap hari disuntik dan ambil darah ditambah lagi penyakit susah kencing dan sariawan yang mengganas di area amandel.

Tapi saya harus lebih bersyukur karena memang masih banyak yang harus saya syukuri. Kalo tidak sakit, mungkin saya masih terbelenggu dalam kebiasaan makan yang berantakan. Kalo saya tidak sakit, mungkin badan saya akan lebih ‘mengamuk’ karena dipaksa terus bekerja dengan kondisi yang collapse  dan masih banyak lagi. Kalo tidak sakit, saya juga tidak bisa melihat betapa ‘gemati’nya pacar saya merawat saya.

Dan  saya harus lebih beruntung dan bersyukur, karena saya hanya berada satu minggu dirawat di rumah sakit. Tak terbayangkan mereka-mereka yang harus tinggal lama di rumah sakit dengan perawatan yang lebih complicated. Yang bisa saya ucapkan hanyalah terberkatilah mereka dengan segala kekuatan lebih melebihi penyakit mereka. Saya tidak bisa membayangkan jika dirawat di rumah sakit dengan periode yang lebih lama dari itu dan konsumsi obat rutin yang sangat banyak. That’s why saya masih harus lebih bersyukur untuk semuanya.

Dan dari sakit saya bersyukur. Dari sakit saya menikmati.

Jika Rindu...

Jika rindu ini adalah butiran pasir, maka sekarang telah menjadi bibir pantai..
Jika rindu ini adalah seutas benang, maka sekarang telah menjadi lembar-lembar kain..
Jika rindu ini ibarat waktu, maka aku telah dibuat tua olehnya..
Jika rindu ini ibarat air, aku adalah samudra luas tak bertepi..
Jika rindu ini adalah cahaya, tak ada lagi kegelapan di sekitarku..
Dan jika rindu ini adalah pahala, terima kasih kamu telah mensurgakanku..

Nona Tebar Pesona

Ini kisah si Nona Muda. Nona muda penuh pesona. Mabuk kebayang para pria dibuatnya. Walau selalu cuek dengan penampilan dan rupa. Si Nona muda selalu tebar pesona. Banyak pria dibuatnya merana. Berlaku seperti Dewi Durga. 
Oh  Nona Muda, dia mulai menebar pesona. Sejumlah pria masuk dalam jeratnya. Janji sini janji sana. Senyum sini senyum sana. Pasang foto sini pasang foto sana. Eksis di berbagai sosial media. Punya pacar tak diakuinya. Malangnya, ditinggalkannya pula. Ingin hidup bebas alasannya. Tapi tetap menebar bisa.
Nona tebar pesona, si Nona manis yang oportunis. Semua pria dibuatnya mengemis. Sampai perasaannya diiris-iris. Miris. Menangis.
Si nona muda selalu sumringah. Hati pria-pria sengaja dijarah. Dia terlalu serakah. Ah, mereka tak tahu saja pikirannya dijajah. Si nona muda tebar pesona ke segala arah.
Ah si Nona Muda yang suka tebar pesona. Sekarang sedang gundah hatinya. Terperangkap jaring-jaring yang dibuatnya. Pria-pria menagih janjinya. Jadilah ia keluarkan jurus mautnya. Air mata yang sedikit buaya.
Oh si nona tebar pesona. Tak pernah konsisten. Apalagi sama komitmen. 
Ah si Nona muda. Kasihan sekali sebenarnya ia. Menutupi duka dengan tawa. Menuduh temannya palsu tapi ternyata ia juga semu.

Sabtu, 14 April 2012

Disini, Saya Kembali

Akhirnya saya kembali membuka blog. Saya kembali membacanya dan saya kembali mengisinya setelah berbulan-bulan lamanya. Berbulan-bulan yang dipenuhi dengan pergolakan antara menekuni passion atau pekerjaan. Dua hal yang berbeda dalam hidup saya.

Berbulan-bulan ini saya mencoba menjadi orang yang realis. Tinggalkan passion, cari kerja, cari duit buat masa depan. Karena itu, saya terpaksa meninggalkan, hmm.. mungkin bisa dibilang sedikit balik arah untuk sejenak belum menekuni passion saya. Bahkan untuk menulispun saya tak sempat. Semuanya saya curahkan untuk perusahaan, pekerjaan, dan uang.


Yah, saya memang mencoba menjadi serealistis mungkin untuk hidup. Hidup bagi saya adalah pilihan. Pilihan bukan masalah hal yang baik dan buruk, melainkan masalah mencapai tujuan. Jalan mana yang paling cepat untuk mencapai tujuan dan target, itu yang saya tempuh. Tidak berniat menjadi ambisius, tapi saya punya target dan tujuan hidup. Karena hidup saya bukan cuma buat hari ini, tapi untuk besok. Bukan cuma buat saya, tapi juga buat orang-orang yang saya sayangi dan menyayangi saya.


Karena itu saya tidak boleh egois. Meninggalkan sejenak passion saya bukanlah suatu dosa. Saya hanya ingin membahagiakan orang-orang yang sangat percaya bahwa saya bisa mencapai tujuan saya. bahwa saya ternyata sudah dewasa untuk berpikir bahwa hidup itu memang keras. Dan hidup itu adalah pilihan. Termasuk pilihan apa yang saat ini saya jalani.

Suatu malam di kamar kost..
Jatinegara Kaum, Jakarta