Minggu, 24 April 2011

Hidup Itu Indah dengan Cara Kita Sendiri

Pernahkan kalian bayangkan sebuah keluarga ideal? Ayah, ibu, dan adik-adik yang rukun dalam satu jalinan keluarga. Ayah yang mencari nafkah, ibu mengurusi rumah tangga, adik-adik yang lucu dan di setiap hari libur kalian pergi bersama ke tempat rekreasi. Keluarga yang digambarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang mungkin diinginkan semua anak-anak.

Lalu bagaimana jika yang ada bukanlah keluarga yang ideal? Ayah yang bercerai dengan ibu. Ayah yang selingkuh. Ibu yang justru mencari uang. Atau bahkan tak ada kedamaian  dan kehangatan dalam keluarga kalian. Lalu siapa yang akan disalahkan? Ayahkah? Ibukah? Atau justru Tuhan?

Siapa yang menginginkan keadaan seperti ini? semuanya tidak sempurna. Bahkan inilah yang disebut hidup yang Tuhan ciptakan sesempurna mungkin untuk kita. Harus kah kita meratapi keadaan?

Life must go on. Apapun yang terjadi. Bahkan di antara ketidaksempurnaan hidup kita. Harus bersyukur dengan ketidaksempurnaan keluarga walaupun apa yang  kita inginkan sebenarnya adalah sesuatu yang sempurna secara ideal.

Biarpun tidak ada ayah yang menafkahi keluarga. Atau ibu yang waktunya terlalu singkat untuk kita karena harus berperan ganda, atau bahkan ketika seorang ayah tak mau lagi mengakuimu sebagai anak, semuanya harus disyukuri. Bukan keadaan ideal yang membuat kita sempurna. Tapi bagaimana kita membuat semua yang telah berjalan secara tidak sempurna itu menjadi sempurna.

Tak ada yang perlu disesali atas ketidaksempurnaan. Toh, Tuhan memberi semua ini bukan tanpa alasan. Dia pikir kita kuat dan Dia-lah yang menjadikan kita kuat atas ketidaksempurnaan yang kita miliki. Dia berpikir bahwa kita itu kreatif, akan sanggup membuat hidup yang tidak sempurna itu menjadi sempurna, dengan cara kita tentunya.

Meski tidak ada ayah yang setiap hari menyapamu ketika kamu berada di rumah padahal setiap hari ia melihatmu, kamu tetap harus bersyukur karena masih ada pelukan ibu yang bisa menghangatkanmu dan meredam sedihmu. Meski tidak ada ayah yang menelponmu setiap hari untuk menanyakan apa kabarmua, kamu tetap harus bersyukur karena masih ada ibu yang menanyakanmu apakah kamu sudah makan, setiap hari. meski tidak ada ayah yang menjadi pelindungmu, kamu juga tetap harus bersyukur karena masih ada ibu yang selalu peduli denganmu.

Dan di setiap langkah apapun yang terjadi dengan kita, kamu tetap harus bersyukur karena sesungguhnya Tuhan telah memberikan hidup yang begitu sempurna untuk kita. Hanya kita yang tahu bagaimana untuk membuatnya benar-benar sempurna.
Jatinangor, 22 April 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar