Pernahkan kalian bayangkan sebuah keluarga ideal? Ayah, ibu,
dan adik-adik yang rukun dalam satu jalinan keluarga. Ayah yang mencari nafkah,
ibu mengurusi rumah tangga, adik-adik yang lucu dan di setiap hari libur kalian
pergi bersama ke tempat rekreasi. Keluarga yang digambarkan dalam pelajaran
Bahasa Indonesia yang mungkin diinginkan semua anak-anak.
Lalu bagaimana jika yang ada bukanlah keluarga yang ideal?
Ayah yang bercerai dengan ibu. Ayah yang selingkuh. Ibu yang justru mencari
uang. Atau bahkan tak ada kedamaian dan
kehangatan dalam keluarga kalian. Lalu siapa yang akan disalahkan? Ayahkah?
Ibukah? Atau justru Tuhan?
Siapa yang menginginkan keadaan seperti ini? semuanya tidak
sempurna. Bahkan inilah yang disebut hidup yang Tuhan ciptakan sesempurna
mungkin untuk kita. Harus kah kita meratapi keadaan?
Life must go on.
Apapun yang terjadi. Bahkan di antara ketidaksempurnaan hidup kita. Harus
bersyukur dengan ketidaksempurnaan keluarga walaupun apa yang kita inginkan sebenarnya adalah sesuatu yang
sempurna secara ideal.
Biarpun tidak ada ayah yang menafkahi keluarga. Atau ibu
yang waktunya terlalu singkat untuk kita karena harus berperan ganda, atau
bahkan ketika seorang ayah tak mau lagi mengakuimu sebagai anak, semuanya harus
disyukuri. Bukan keadaan ideal yang membuat kita sempurna. Tapi bagaimana kita
membuat semua yang telah berjalan secara tidak sempurna itu menjadi sempurna.
Tak ada yang perlu disesali atas ketidaksempurnaan. Toh,
Tuhan memberi semua ini bukan tanpa alasan. Dia pikir kita kuat dan Dia-lah
yang menjadikan kita kuat atas ketidaksempurnaan yang kita miliki. Dia berpikir
bahwa kita itu kreatif, akan sanggup membuat hidup yang tidak sempurna itu
menjadi sempurna, dengan cara kita tentunya.
Meski tidak ada ayah yang setiap hari menyapamu ketika kamu
berada di rumah padahal setiap hari ia melihatmu, kamu tetap harus bersyukur
karena masih ada pelukan ibu yang bisa menghangatkanmu dan meredam sedihmu.
Meski tidak ada ayah yang menelponmu setiap hari untuk menanyakan apa kabarmua,
kamu tetap harus bersyukur karena masih ada ibu yang menanyakanmu apakah kamu
sudah makan, setiap hari. meski tidak ada ayah yang menjadi pelindungmu, kamu
juga tetap harus bersyukur karena masih ada ibu yang selalu peduli denganmu.
Dan di setiap langkah apapun yang terjadi dengan kita, kamu
tetap harus bersyukur karena sesungguhnya Tuhan telah memberikan hidup yang
begitu sempurna untuk kita. Hanya kita yang tahu bagaimana untuk membuatnya
benar-benar sempurna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar