Siapa dia yang kurang lebih 2,5 tahun lalu menghampiri saya? Saya tahu? Pastinya tahu sekali. Dia bukan siapa-siapa. Dia orang yang saya kenal sekali. Bahkan dari sebelum saya bertemu lagi dengan dia.
Dan ketika saya bertemu kembali, tidak ada rasa. Hanya biasa. Entah apa yang ia rasakan. Mungkin sama, mungkin juga berbeda dengan saya. Namun saya tidak pernah membayangkan bahwa akan menjalani hubungan bertahun-tahun dengannya. Hubungan yang tidak biasa. Hubungan yang sangat menguras emosi.
Dia, Kurniawan Aji Saputra, orang yang sangat saya kenal, sebagai teman lama. Dia teman SMP saya. Tidak pernah terbersit dalam hati saya akan berpacaran dengan orang ini, lama dan sangat lama karena dengannya saya melewati masa pacaran yang paling lama. Mungkin saya kemakan omongan dan sumpah serapah saya sendiri bahwa saya tidak akan pernah mau berpacaran dengan teman saya. Tapi sekarang? Nyata-nyata ini teman saya.
Dia datang sekitar tiga tahun yang lalu yang saya tanggapi tidak dengan rasa apa-apa karena saya saat itu tengah menjadi perempuan yang (sok) feminis karena kegagalan cinta yang berkali-kali dan menyebabkan sangat malas untuk berpacaran. Cinta bersemi dari reuni. Pepatah itu mungkin yang bisa menggambarkan darimana hubungan kami berawal. Dari reuni sekolah, SMP lebih tepatnya. Saya tidak tahu, dia yang merancang reuni itu entah karena memang kangen sama teman-teman atau memang (geernya saya) dia mau bertemu saya di acara itu. Entahlah..
Kalo saya flashback ke masa lalau, mungkin saya bukan siapa-siapa di mata dia. Siapa saya waktu SMP? ABG labil nan bandel di kelas yang mungkin justru membuat cowok-cowok pada illfeel. Namun seiring berjalannya waktu, itik buruk rupa bisa menjadi angsa yang sangat cantik. Bahkan ulat bulu yang sangat menjijikkan pun akan menjadi kupu-kupu yang indah. Mungkin dulu dia tidak pernah melihat saya karena saking bandelnya saya di sekolah. Tapi kini saya bisa menaklukan hatinya. :)
![]() |
| bunga pertama dr pacar saya |
Terima kasih Tuhan telah memberikan saya pria yang tidak sempurna sehingga saya bisa melihat arti kesempurnaan. Semoga memang dia yang Engkau kirim untuk menyempurnakan hidup saya dan saya akan menjadi wanita yang menyempurnakan hidupnya. (To be continued)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar