Minggu, 10 Juli 2011

Terima Kasih Tuhan Atas Lelaki yang Tidak Sempurna (part 2)

Banyak kriteria yang harus dilewati untuk menjadi pacar saya. Saya orang yang cukup selektif dalam memilih pacar. Ini urusan hati dan masa depan bung! Jadi saya harus benar-benar selektif. Saya bukan orang yang main-main untuk urusan pacaran. Secara fisik, saya tidak pernah memberi patokan untuk pria harus yang setampan malaikat. Tapi secara hati, dia harus berjiwa malaikat. :)

Pacar saya tidak ganteng, tapi dia hebat. Dialah yang berhasil untuk melewati kriteria yang saya punyai. Tidak semuanya memang tapi saya melihat akan bisa terlewati semua kriteria itu di masa depan.

Saya bangga dengan pacar saya. Biar orang berkata apa. Tapi dia pria yang hebat, yah walaupun terkadang suka kekanak-kanakan. Tapi dia bisa mengakomodir sifat-sifat saya dan memberikan rasa nyaman pada saya. Dialah pria yang memberikan keseriusan pada saya dan semoga akan selalu seperti itu, di saat banyak pria di luar sana yang sangat takut dan menunda sebuah komitmen. Mungkin saya orang yang sangat beruntung bertemu dan memilikinya.

Saya tidak pernah merahasiakan status saya. Yes, i'm in relationship. Setiap bertemu dengan orang baru saya selalu bangga dengan status saya, di saat banyak teman saya yang sering merahasiakan statusnya dengan alasan untuk flirting  dengan orang lain. Saya tak ada lagi alasan untuk flirting. Itu yang saya tanamkan dalam diri saya karena saya ragu akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari dia. Saya bangga untuk memperkenalkan pacar saya, dengan pekerjaannya, dengan kegiatan sehari-harinya, dengan semua yang dia lakukan pada saya, dan dengan karya-karyanya.

Dia yang juga CEO Trackpacking, telah berhasil track-in di hati saya walaupun dia sama sekali tidak bisa membuat peta itu dalam sebuah web internet :p dan mungkin dia juga yang menularkan virus menggombal itu pada saya. :D

Dia lelaki yang berbicara "nanti gimana" bukan "gimana nanti" karena sesungguhnya saya adalah seorang perempuan, yang secara kodrati memang butuh sebuah kemapanan untuk masa depan. Ini pula yang mungkin dialami oleh perempuan-perempuan lainnya di dunia ini. Ini bukan masalah materi tetapi ini adalah masalah kerja keras. Toh, rejeki itu di tangan Tuhan. Tetapi kerja kerasnya yang membuat saya mengacungkan jempol padanya. Dan semoga sayalah yang menjadi cahaya semangat dan pompa inspirasinya untuk terus menghasilkan karya dan kerja keras.

Saya bangga pada dia apapun yang orang katakan tentangnya. Dialah si lelaki hebat itu. Semoga saya bisa menyempurnakan hidupnya, tetap menjadi cahaya semangat dan inspirasi baginya dan semoga Tuhan yang memilih saya untuk mendampingi hidupnya.

hope it'll be everlasting love :)
Dia memang lelaki biasa tetapi dia adalah lelaki yang bisa mencintai dengan cara yang luar biasa. Membangun hidup saya untuk menjadi hampir sempurna. Terima kasih Tuhan atas lelaki yang tidak sempurna yang membuat saya tahu tentang arti kesempurnaan. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar